Minggu, 19 Maret 2017

LELAH BERHARAP



Aku mengenalmu, tanpa sengaja aku telah masuk dihidupmu
menjadi sosok sahabat yang berusaha selalu ada, waktu yang kita lalui bersama sama kemana mana selalu bersama, bagaimana konyolnya kita.
Menjadi sahabatmu tentu menjadi bagian dari cerita perjalanan hidup remajamu, remajaku dan remaja kita.
Sosok kamu yang selalu ceria, sosok sahabat yang bisamenjadi pemimpin sosok sahabat yang terkadang egois dan juga menyebalkan, sosok sahabat yang selalu menjadi Mp3 karna memang kamu sosok yang suka bangat bernyanyi.
Mungkin lewat lagulah kamu dapat mengekspresikan suasana hatimu.

Dan aku juga menjadi bagian kisah perjalanan cinta kamu yang penuh drama wkwkwk
Kamu yang mudah jatuh cinta hingga sangat dalam dan mudah disakiti dengan begitu gampangnya.
Saat itu aku tahu pasti saat kamu sedang cinta cintanya kamu ditinggalkan dengan sangat mudah oleh pilihan hatimu, seseorang yang meninggalkanmu dan lebih memilih sahabatmu, kisah yang sangat menyedihkan menurutku hingga akhirnya menjadi kisah yang sangat lucu.
Semua keadaan berubah, persahabatan kita yang terjalin sangat harmonis, kekompakan yang sangat luar biasa, berubah menjadi hubungan yang akhirnya sama sama saling menyakiti.

Saat itu, kadang aku menjadi penonton untuk kisahmu dan terkadang aku menjadi sosok yang menabahkanmu.
Semua berjalan dengan sangat aneeh, kita yang biasanya ketemu saling menebar senyum dan tawa yang diiringi dengan saling bully yang berujung saling menggenggam.
Kini berubah, seperti halnya kita berada dalam sebuah lorong yang sangat luas tapi di dalamnya sangat sunyi tanpa bersuara.
Aku hanya mengikuti alur dari kisahmu, kadang aku benci dan ikut marah, kenapa karna hubungan percintaan kamu persahabatan kita seakan mati.
Tapi aku juga mengerti perasaan dan keadaanmu, sosokmu berubah menjadi pendiam yang hanya mengeluarkan suara untuk bersenandung tentang hatimu.
Eentah kenapa aku ikut terbawa perasaan istilahnya “Baper
Aku yang biasanya hanya menyaksikan, mendengarkan keluh kesah kisahmu, dan ikut berduka akan cerita cintamu, dan perasaanku berubah menjadi rasa tidak terima melihatmu yang seakan menjadi sosok orang lainkarna disakiti.
Perasaan tidak terima melihat kamu menangis melihat kamu diperlakukan seperti itu oleh sahabatku yang menjadi mantanmu.
Perasaan apa ini? Aah mungkin ini perasaan yang sangat wajar dirasakan oleh seorang sahabat untuk sahabatnya, perasaan tidak terima disaat sahabat kita disakiti.

Hari hari berjalan masih seperti biasa, masih berteman dengan awan hitam tanpa pelangi.
Aku menatap raut wajahmu yang masih dalam suasana duka, tapi anehnya perasaan yang biasanya aku berada di dekatmu atau menatapmu tanpa ada getaran, tanpa ada rasa canggung.
Kini berubah menjadi getaran yang sangat kuat, gempa kali aah 😃
Aku berusaha menenangkan hatiku supaya tidak salah mengartikan apa yang sedang dirasa, ini perasaan yang biasa.
Waktu terus berjalan, berjalan dengan keadaan dan hari hari yang semakin mebuatku bingung.
Kenapa hatiku masih merasakan yang sama untuk kesekian kalinya.
Tiap haari sebelum terlelap, yang biasanya malam yang kulalui tanpa membayangkanmu kini berubah, selalu kubayangkan wajahmu.
Tiba –tiba aku tersentak dalam lamunaan ku, apa ini yang namanya cinta.??
Oh tidaak, aku tidak boleh memiliki perasaan ini, ini gila kali yaa aku tidak boleh mencintainya, kamu sahabatku.
Tapi aku harus bagaimana.?? Perasaan ini seakan meminta hak nya, *cieeelaah hak 😃
Aku berusaha memendam, berusaha menyembunyikan apa yang sedang kurasakan.
Aku selalu memohon, agar kamu tidak dapat membaca gerak gerik ku yang sudah tidak biasa terhadapmu.
Dengan berjalannya waktu, ternyata kamu dapat membaca perasaan apa yang sedang kurasakan.
Aku tidak dapat membayangkan setelah kamu mengetahui ini semua, cara dan sikap seperti apa yang harus kamu tunjukan untuk menghargaiku?
Kamu seseorang yang sedang terluka hatinya, masih dalam keadaan kabut hitam yang sampai sekarang belum dapat move on.
Susah memang melupakan seseorang yang kita cintai, dan menyisahkan luka yang menurut aku cukup parah.
Tidak mungkin hati yang sedang dalam keadaan luka mampu menerima cinta baru apa lagi cinta dari sosok wanita sepertiku yang setiap harinya mondar mandir dihadapanmu sebagai sosok sahabat.

Aku berusaha meyakinkan hatiku semua akan baik baik saja.
Tapi di luar dugaanku, tiba tiba kamu mengatakan “AKU MENCINTAIMU
Haaaah Tuhaaan, serius? Ini bukan mimpi kan tuhaan.??
Dan ternyata ini kenyataan, sejenak aku terdiam, mengembalikan pikiran dan nafasku yang sejenak terbang melayang ke angakasa *haduuuh lebaynya
apa aku harus bahagia atau sedih?
Apa ini bukan sekedar kamu menghargaiku karna rasa tidak enak?
Tidak mungkin kamu melupakan dia seseorang yang kamu anggap satu satunya dapat hilang seketika dalam hatimu.
Aku memberikan waktu untukmu untuk memikirkan lagi apa yang kau ungkapkan.
Tapi bukan rasa ragu yang kamu tunjukan tapi kamu menunjukan kesungguhan untuk mencintaiku. Yaa bahagia dong, karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan seperti lagu “The Bagindas

Aku dan kamu menjalani dengan hari hari yang sangat have fun menurutku, dan aku berpikir ternyata pacaran itu rasanya seperti ini yaah?
Asyiik juga, karena hal hal yang tidak penting pun bisa menjadi sesuatu yang membuat bahagia.
Dan terlebih lagi aku bisa merasakan caramu menyayangiku.
Berada didekatmu itu kebahagiaan yang teramat besar ku rasakan, kita menjalaninya dengan rasa saling percaya.
aku menjalani dengan cara dan sikapku, maaf bila aku tidak dapat menjadi sosok yang sangat drama seperti kisah masa lalumu.
Aku ingin kamu mencintaiku dengfan cara seperti ini dengan apa adanya aku.
Aku, mungkin sosok yang hampir tidak cemburuan, aku sosok yang hampir tidak pernah mengatur ngatur pergaulan dan pertemanan kamu, aku sosok yang hampir tidak pernah marah, dan aku sosok yang tidak pernah menuntut untuk di manja manja.
Karena aku sadar kita masih remaja, ayook kita jalani hubungan yang sesuai dengan umur kita tanpa mengurangi dan menambahkan porsinya.

Dengan keceriaan dan kebahagiaan yang kita jalani setiap hari, persahabatan kita yang sudah menjadi lebih berwarna lagi.
Awalnya aku kira persahabatan kita akan tetap redup karena kita menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih, tapi ternayata tidak.
Sahabat sahabat kita mendukung, dan mereka ikut bahagia akhirnya kamu dapat tersenyum ceria kembali.
Dan itu semua buat aku menjadi sosok yang jatuh hati padamu setiap harinya.

Tapi disaat kita sedang bahagia bahagianya, kenapa perlahan semua kembali terasa berbeda.
sifat hangat yang biasanya kamu berikan, sandaran yang biasa kamu lakukan, lagu cinta yang biasanya kamu nyanyikan.
Kebersamaan kita dengan sahabat sahabat kita yang selalu ceria penuh canda tawa.
Usaha kita melangkah meninggalkan perih hatimu, hingga melupakan sosok wanita yang kamu cintai dulu.
Dimana keceriaan itu lagi?
sekarang semuanya terasa jauh dan perlahan menghilang.
Aku tidak mengerti bahkan tidak tahu kenapa kamu seperti ini.
Apa semua yang aku lakukan masih kurang? Apa kesabaran kita melangkah bersama sama sahabat kita masih belum cukup untuk mengobati luka hatimu?

Selama kita menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, aku hampir tidak menuntut perhatian yang lebih, tidak menuntut harus seperti ini seperti itu.
Aku tidak ingin menjadi sosok yang rumit untukmu.
Ternyata kebahagiaan tak selamanya berpihak padaku. Sosok yang aku cintai, sosok yang mebuat hari hariku berwarna, yang membuat senyumanku lebih berarti, dan sosok kamu pula yang berbalik memberikan kesakitan, memberikan airmata.
Apa semuanya tidak berarti lagi?
Ternyata sosok kamu melebihi silet tajam. Dengan sekejap kamu dapat membuat hariku terasa suram. Apa seperti ini yang kamu rasakan dulu disaat kamu disakiti?
Kamu tak lihat air mataku, tak lihat juga seberapa parah lukaku.
Apa aku harus teriak memanggilmu, agar kamu menengok melihat luka ini?
Tapi Kali ini, biarkan hatiku teriris sendiri, biarkan aku yang terluka parah, biarkan aku yang  menangis diam-diam sekarang.
Tapi, lihatlah nanti, Sayang. Suatu saat nanti, air mataku berubah jadi senyum tak berkesudahan.
Kamu bukan lagi pria yang kukenal seperti dulu, bukan pria manis yang kucintai karena ketulusan dan keramahannya.
Kini kamu adalah pria yang paling bangsat yang aku kenal.
Pantas semua perlahan menghilang, perlahan berubah, Ternyata karena dia?
Di depan aku kamu janji akan mengungkapkan perasaan cinta kamu untuk dia, seseorang yang baru kamu kenal.
Kalau kamu harus menyakiti aku seperti ini, untuk apa kamu merubah status SAHABAT itu.
Akhirnya apa yang aku takutkan terjadi, ternayata merubah status SAHABAT menjadi cinta dimana mana pasti salah tetap salah dan akan salah.
kenapa kamu harus menyakitiku sekeji ini? Tidak kasihan kah kamu?
Yang ingin aku tahu sempatkah kamu memiliki perasaan itu walau seujung kuku untukku?
Aku mulai menjalani hari hariku seperti biasa, tanpa kamu.
Dan hingga akhirnya jarak yang memisahkan kita. Dengan jarak ini pula, mungkin aku bisa perlahan melupakan sosokmu.
Waktu terus berjalan, aku sudah mulai terbiasa tanpa hadirmu, tanpa senyummu.
Aku mulai menata kembali hatiku, berusaha melupakan kesakitan itu.
mengembalikan senyumanku, mengembalikan keceriaanku seperti dulu.
Berusaha membuka hati untuk yang lain, entah kenapa disaat aku membuka hati untuk yang lain, bayanganmu malah semakin melekat, rasa ingin hadirmupun semakin kuat.
Semuanya masih sama, sebelum terlelap masih sosok mu yang ku ingat.
apa rasa sakit yang kau berikan belum cukup untuk jadi alasan melupakanmu?
Tiba tiba kamu kembali, perlahan kamu tarik aku, perlahan kamu membawaku masuk dihidupmu lagi.
Anehnya  aku malah menikmati itu semua, menikmati kembali masa lalu yang harus’nya aku lupakan.
Masa lalu yang tak seharusnya aku ulangi.
Aku menikmati waktu dan kebahagiaan yang kau ciptakan kembali, entahlah.
Apakah kau akan jatuhkan aku kembali seperti dulu, waktu yang kau ciptaakan sekarang sungguh lebih indah hingga akupun lupa akan rasa sakit itu, hingga aku lupa seseorang yang datang kembali sekarang adalah sosok yang sangat kejam, hingga aku tertunduk kembali dihadapanmu.
Sungguh pintar, begitu mudahnya kamu tarik hatiku kembali.
Hingga sekarang semua terasa beda dengan kamu yang duluu, aku lupa akan semua yang sudah terjadi dahulu.
Waktu terus berjalan dengan senyuman indahku, dengan berjuta harapan dan mimpi.

Disaat aku menikmati kebahagiaan ini, tiba-tiba semuanya berakhir lagi.
kau melaakukannya lagi, seperti halnya mengedipkan mata.
Tak menunggu waktu lama, kamu langsung mengambil dia, seseorang yang kamu kenalkan dulu dan akhirnya menjadi sahabat perempuanku dan akhirnya sekarang menjadi kekasihmu.
Apa tidak bisa kamu meninggalkan ku dengan cara lain? Kenapa harus dengan cara yang sama.
Apa dengan airmata dan rasa sakit ini kebahagiaan yang cukup besar kau rasakan?
bagaimana bisa kamu melakukan hal yang sama yang pernah kamu lakukan sebelumnya.
kamu mengingatkan kembali luka yang begitu dalam kamu lakukan, yang sudah bisa aku trima, yang sudah bisa aku lupakan.
kini kembali kau melakukannya, seperti kamu memutar kembali kisahnya.
manusia seperti apa kamu? Apa begitu tidak punya hatikah kamu?
Kenapa selalu orang yang aku kenal engkau mengambil hatinya, kenapa harus mereka?
Ini sakit yang lebih dari sebelumnya.
Apa tidak pernah kamu pikirkan.?? kamu yang mengenalkan aku denganya, hingga aku merasakan kedekatan yang begitu erat.
Dia yang sudah aku anggap sahabat dan bahkan aku menganggap dia adik perempuanku.
tempat aku menceritakan keluh kesahku denganmu, sosok wanita yang sangat polos.
orang yang menempatkan jadi pendengar yang baik untukku.
kenapa harus DIA?
Dan ternyata dia juga sudah memiliki kekasih, dan kekasihnya itu adalah sahabat kamu sendiri.
Tapi kenapa masih bisa kamu melakukannya? Entah kamu lelaki bodoh yang tidak memiliki otak dan hati, atau kamu lelaki yang sangat pintar memainkan perannya.

Aku mohon lihat hatiku, lihat bagaimana parahnya luka ini karenamu.
Apakah seseorang seperti kamu yang harus aku cintai?
Bahkan sampai ada di titik ini, sesakit dan seperih ini tidak mampu melumpuhkan hatiku.
Aku masih belum bisa melupakan sosok bangsaaat seperti kamu.
Bahkan untuk membenci kamu sepenuhnya aku tidak mampu.
Bagaimana bisa kamu mengambil hati ini seutuhnya hingga tak dapat berpaling.
dalam diamku merenungkan semua ini, mungkin ini kebahagiaanmu, mungkin sosok dia lah yang kamu cari bukanlah aku, tapi harusnya bukan seperti ini caranya.
Aku tidak dapat berbuat apa apa lagi, karena ini adalah kebodohanku memilih jatuh dan berlumpur di tempat yang sama.
Ingin sekali aku memanggilmu, memohon agar kamu melihat luka ini.

Disaat aku disakiti seperti ini saja aku masih memikirkan kebahagiaanmu, masih memikirkan bagaimana kamu disakiti sepertiku.
Andai kamu tahu, disaat aku mendengar kabar kamu disakiti oleh wanita yang kamu pilih ketimbang aku.
Sungguh tidak terimanya aku, kamu dipandang sebelah mata oleh orang yang kamu cintai.
bukan sakit yang kurasakan disaat kamu tidak menginginkan hati ini, disaat kamu menyakiti hati ini, bukan sakit disaat kamu datang lalu pergi.
bukan sakit disaat kamu lebih milih wanita yang aku kenal, tapi sakit yang lebih dari itu.
sakit yang tidak mampu untuku dengar bahkan untuk aku melihatnya.
Karena aku pernah disakiti jadi untuk membayangkan kamu yang merasakannya akan berkali kali lipat sakit yang aku rasakan.

Aku masih di tempat yang sama, masih dengan perasaan yang sama.
Masih dengan kesendirian yang hari hari nya masih dengan bayanganmu, pria bodoh yang meninggalkan ku dengan sejuta luka.
Kadang aku berpikir, bagaimana mungkin aku masih mencintai sosok yang tidak menginginkan aku, sosok yang tidak pernah ada disaat aku butuh, disaat aku lelah, disaat aku jatuh, disaat aku membutuhkan pundak untuk bersandar, sosok yang tidak pernah lelah menyakitiku, yaah sosok pria bodoh sepertimu.

Dan akhirnya kamu kembali lagi seperti yang biasa kamu lakukan.
Kamu datang dengan cara yang menurutku sangat cerdas, karena kamu lagi lagi berhasil membuatku nampak seperti wanita yang sangat bodoh.
Kamu selalu mengajari ku mengais-ngais masa lalu
Memaksa ku untuk kembali menyentuh kenangan
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
Seakan-akan sosok mu nyata. .
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan
Dalam kenangan kau seret aku perlahan menuju masa yg harusnya aku lupakan.
Inikah caramu menyakiti ku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?
Apakah dengan melihat tangis ku itu berarti bahagia buat mu?
Apakah dengan menorehkan luka di hatiku berarti kemenangan bagimu.
Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu.
Apakah boneka kecil mu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang mencari kebebesan?
Mengapa kau sering memperlakukan aku seperti mainan?
Kapan kau ajari aku kebebesan? Ajari aku caranya melupakan.
Meniadakan segala kecemasan, meniadakan segala kenangan.
Nyatanya derai air mataku hanya di sebabkan olehmu
Ajari aku caranya melupakan, sehingga aku lupa caranya menangis.
Sehingga aku lupa caranya meratap, karena aku selalu kenal air mata.
Aku hanya ingin tertawa, sehingga hati aku mati rasa akan luka.

cerita apa lagi yang akan kamu bawa kali ini?
Selalu engkau hadir dengan ciri khasmu, sapaan lembutmu, perhatian yang mampu membuat jantungku merasakan gdag dig dug hingga tak ada satuan waktupun di dunia ini mampu menghitungnya.
Aku seakan tersihir oleh mantramu, hingga aku masuk lagi dalam drama yang kau buat.
Bagaimana bisa aku dapat melupakanmu? Kamu selalu hadir disaat aku berusaha, disaat aku mulai biasa, tiba tiba kamu kembali hadir.
Suara halus yang selalu menyapa hariku, menyanyikaan syair cinta yang membuat aku terpesona.
kamu membuatku berdo’a agar hari ini menjadi hari yang sangat panjang tidak akan ada hari esok, karen aku takut semua kembali seperti dulu.
Tiap hari kamu menyapaku dengan pesan singkat, kata kata sayang.
Dan mengucapkan janji, tanpa sadar kali ini airmata jatuh.
“jangan buat airmata mu jatuh, jangan biarkan tangan orang lain menyentuh dan mengusap airmata itu, tunggu tangan aku yang aka mengusapnya, aku akan menghabiskan hari bersamamu, aku akan membawamu kemana yang kamu inginkan”
Apa setelah kamu balik kamu masih mengingat janji ini? *saat itu kami LDR

Aku malu untuk mengeluh, pasti tuhan mentertawakan aku, ternyata terjadi lagi.
Dia menghilang dengan sendirinya tanpa kabar.
aku lelah dengan kamu yang datang lalu pergi.
Kali ini reaksi apa yang harus aku perlihatkan, airmata rasanya sudah biasa, karna tak ada alasan lain airmata ini menetes itu hanya karenamu.
Aku hanya bisa menikmati apa yang aku dapatkan akibat kebodohanku yang terlalu tinggi berharap padamu.

Bisakah kau bayangkan rasanya jadi aku?
Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku.
Setiap malam, sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit untuk membaca pesan singkatmu, tawa kecilmu, emoji yang lucu dan canda kita selalu membuatku tersenyum diam-diam.
Perasaan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk memendam rasa sakit ini.
Jatuh cinta, inilah yang aku rasakan padamu, saat itu aku berpkir suatu saat nanti kita bisa berada di status yang lebih spesial.
ternyata iya aku dapatkan itu.?? Kesedihan lebih banyak ketimbang bahagia.
Aku terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiranmu mulai mengisi kekosongan hatiku.
Kebahagiaanku mulai hadir ketika kamu menyapaku dalam pesan singkat.
Semua begitu bahagia, aku sudah berharap lebih. Kugantungkan harapanku padamu.
Kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu. Sayangnya, semua hal itu seakan tak kau gubris.
Kamu di sampingku, tapi getaran yang kuciptakan seakan tak benar-benar kau rasakan. Kamu berada di dekatku, namun segala perhatianku seperti menguap tak berbekas.
Apakah kamu benar tidak memikirkan bagaimana jadi aku?
Bukankah kata teman-temanmu, kamu adalah perenung yang seringkali menangis ketika memikirkan sesuatu yang begitu dalam? Temanmu bilang, kamu melankolis, senang memendam, dan enggan bertindak banyak. Kamu lebih senang menunggu. Benarkah kamu memang menunggu, bukankah kamu seorang yang lebih memilih menghilang?
Sebenarnya apa lagi yang kautunggu jika kau sudah tahu bahwa aku mencintaimu?
Kamu, tak mungkin kau tak tahu perasaan cinta di dadaku bertahun tahun. Kekasihku yang sempat kumiliki, tak mungkin kau tak memahami perjuangan yang kulakukan untukmu.
Kamu ingin tahu rasanya seperti aku? Dari awal, ketika kita pertama kali kita memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih, aku hanya ingin melihatmu bahagia.
Senyummu adalah salah satu keteduhan yang paling ingin kulihat setiap hari. Dulu, aku berharap bisa menjadi salah satu sebab kautersenyum setiap hari, tapi ternyata harapku terlalu tinggi.Semua telah berakhir.
Tanpa ucapan pisah. Tanpa lambaian tangan. Tanpa kau jujur mengenai perasaanmu, mengenai maksud mu yang datang tiba tiba terus hilang.
Perjuanganku terhenti karena aku merasa tak pantas lagi berada di sisimu.
Sudah ada seseorang, yang nampaknya jauh lebih baik dan sempurna daripada aku. Tentu saja, jika dia tak sempurna kau tak akan memilih dia menjadi satu-satunya bagimu.
Setelah tahu semua ini, apakah kamu pernah memikirkan sedikit saja perasaanku? Ini semua terasa aneh bagiku. Kita yang pernah dekat kembali, walaupun tak punya status apa-apa, meskipun berada dalam ketidakjelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab.
Aku yang terbiasa dengan sapaanmu di pesan singkat harus (terpaksa) ikhlas karena akhirnya kamu sibuk dengan rancangan cara menyakitiku lagi, padahal apa salahku? Apakah mencintaimu itu suatu kejahatan yang aku lakukan?
Aku berusaha memahami itu. Setiap hari. Setiap waktu. Aku berusaha meyakini diriku bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh.
Kamu, jika aku bisa langsung meminta pada Tuhan, aku tak ingin perkenalan kita terjadi.
Aku tak ingin mendengar suaramu ketika menyebutkan namaku.
Aku tak ingin membaca pesan singkatmu yang lugu tapi manis.
Sungguh, aku tak ingin segala hal manis itu terjadi jika pada akhirnya kamu menghempaskan aku sekeji ini.
Kalau kau ingin tahu bagaimana perasaanku, seluruh kosakata dalam miliyaran bahasa tak mampu mendeskripsikan.
Perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan definisi dan arti.
Perasaan adalah ruang paling dalam yang tak bisa tersentuh hanya dengan perkatan dan bualan.
Aku lelah. Itulah perasaanku sekarang.
Sudahkah kaupaham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku?
Aku tak pernah ada dalam matamu, aku selalu tak punya tempat dalam hatimu.Setiap hari, setiap waktu, setiap aku mendengar tentangmu dengannya, aku selalu berusaha menganggap semua baik-baik saja.
Semua akan berakhir seiring berjalannya waktu. Aku membayangkan perasaanku yang suatu saat nanti pasti akan hilang, aku memimpikan lukaku akan segera kering, dan tak ada lagi hal-hal penyebab aku menangis setiap malam.
Namun, sampai kapan aku harus terus mencoba?
Sementara ini saja, aku tak kuat mendengar apa lagi melihatmu menggenggam jemarinya.
Masih sulit bagiku menerima kenyataan bahwa kamu yang begitu kucintai ternyata malah memilih pergi bersama  orang yang aku kenal.
Tak mudah meyakinkan diriku sendiri untuk segera melupakanmu kemudian mencari pengganti.
Seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan kamu bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatimu yang beku akan segera mencair.Aku tak tahu apa salahku sehingga kita yang begitu lama kenal, aku orang yang begitu mencintaimu, tiba-tiba terhempas dari dunia mimpi ke dunia nyata.
Tak penasarankah kamu pada nasib yang membiarkan kita kedinginan seorang diri tanpa teman dan kekasih?
Aku menulis ini ketika mataku tak kuat lagi menangis. Aku menulis ini ketika mulutku tak mampu lagi berkeluh. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tak pernah benar-benar tinggal.
Seandainya kautahu perasaanku dan bisa membaca keajaiban dalam perjuanganku, mungkin kamu akan berbalik arah memilihku sebagai tujuan.
Tapi, aku hanya persinggahan, tempatmu meletakan segala kecemasan, lalu pergi tanpa janji untuk pulang.
Semoga kau tahu, aku berjuang, setiap hari untuk melupakanmu. Aku memaksa diriku agar membencimu, setiap hari, ketika kulihat kamu bersama dia. Aku berusaha keras, setiap hari, menerima kenyataan yang begitu kelam.
Bisakah kau bayangkan rasanya jadi orang yang setiap hari terluka, hanya karena ia tak tahu bagaimana perasaan orang yang mencintainya?
Bisakah kaubayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari harus memikirkan bagaimana kamu dengannya?
Bisakah kaubayangkan rasanya jadi seseorang yang setiap hari menahan tangisnya agar tetap terlihat baik-baik saja?
Kamu tak bisa. Tentu saja. Kamu tidak perasa. Dan akhirnya tiba dititik dimana aku tak mampu lagi untuk berkeluh, aku telah lelah.
Aku lelah dengan semuanya. .Bairkan aku sendiri, biarkan aku menikmati sakit ini.
Jangan pernah hadir lagi, jangan pernah hadir seakan akan kamu begitu memperdulikanku.
Aku sudah tidak butuh itu semuaa.
Sudah cukup AKU LELAH TERUS BERHARAP

Edit ulang “ 20 Maret 2017
Sulistri yanti