Selasa, 20 September 2016

Akan Hilang pada akhirnya

Sesuatu yang tidak pasti dari awal tetap akan hilang pada akhir nya..
.
.
Awalnya aku tidak percaya cinta tak harus memiliki, karna buat aku itu sangat bodoh, bagaimana mungkin seseorang saling cinta tak harus memiliki.
Tapi sekarang aku percaya, ternyata benar banyak hal yang harus di pertimbangkan selain rasa "Cinta"
Orang tua sering bilang, pilihlah seseorang yang mencintaimu, dengan begitu dia akan memperlakukanku layaknya seorang putri.
Yaaah, dua dua nya mencintaiku.
Lalu? Aku harus pilih cinta yang mana?
Orang tua lagi pernah bilang, sebagus bagus nya seseorang yang dipilih adalah orang yang lebih dewasa dari kita, yang hidupnya sudah mapan, dan tahu cara berkorban.
Dan sudah pasti dia laah yang kalah.
Yaaaaps yang kalah adalah seseorang yang aku cintai.
Daaan aku harus melepaskan dia ( lebih tepat nya aku sudah melepaskannya )
Aku tahu akan ada orang yang terluka akhirnya, daaaan aku sadar yang paling terluka adalah kamu.
Bersabarlah, dia akan sembuh kok dengan berjalan nya waktu.
.
.
Jangan lengah, melangkahlah sejauh mungkin.
Entah nanti aku atau kamu yang akan saling mencari lagi.
Pastikan kita sudah melangkah jauh, hingga kita tak akan pernah saling menemukan, dan kata "kembalilah" sudah tidak mungkin lagi .

Terimakasih untuk 1 malam singkat nya.
Nanti, kalau aku ke tempat itu lagi, aku ngga akan gulung2 tisu lagi, aku ngga akan lirik2 orang lain kalau lagi duduk, aku ngga akan diam lagi, aku akan bercerita sampe seseorang di depanku tertidur pulas, yaaah aku akan lakukan itu walaupun bukan dengan kamu.
Terimakasih 😃

Sabtu, 25 Juni 2016

Terlambat

Ketika engkau datang, mengapa disaat ku tak mungkin menggapai mu.
Walau apa yang engkau hadirkan semua terasa nyata.
Mungkinkah harus ku akhiri semua yang ada di depanku yang menggantikan mu disaat engkau tidak disini?
Atau haruskah aku mengkhianati hati yang tulus demi menghargai kehadiranmu, walau pada kenyataannya kamu yang pernah meninggalkanku dengan sejuta luka.

Dulu, aku mencintaimu dengan membabi buta tanpa pernah berfikir suatu hari kau akan meninggalkan ku tanpa rasa iba.
Tak usah meminta maaf, karna aku percaya sebesar apapun cinta sekuat apapun kita mempertahankan nya, yang pergi tetap aka pergi.

Tak usah merengek untuk kembali, tidak selamanya kesempatan kedua itu ada.
Harus kamu tahu, usaha seperti apa yang sudah aku lewati hingga aku sampai dititik seikhlas ini.

Pergilah, ku ikhlaskan semua yang telah hilang, dirimu ataupun cinta yang pernah kuberikan dulu.
Sekarang biarkan ku menikmati bahagiaku.
Entah nanti aku akan dibuang lagi, setidaknya aku tidak akan sesakit seperti di tinggalkan olehmu.

24 Juni 2016
Sulistri Yanti

Minggu, 22 Mei 2016

Biarkan ia menghilang

Kumembuka jendela kamarku.
Menyapa malam ditemani sang bintang dan serpihan angin.

Tidak kah aku harus menyapa hatiku?
Apa kabar hati?
Masihkah kau merasa takut kehilangan?
Bukankah kau tahu wahai hati, apa yang ditakdirkan bersama, sekeras apapun kita menolak pasti takan bisa pun sebaliknya.

Kehilangan bukan sesuatu yang buruk dan harus di tangisi setiap saat.
Biarkan ia menghilang karena itulah seharusnya.
Disaat dia memutuskan meninggalkanmu, relakanlah.
Ada saat nya nanti dia merasakan bagaimana rasanya di abaikan disaat cinta cintanya, disaat masa depan sudah di impikan.
Karena memang dunia tidak berdiri di tempat, dunia berputar.

Stop.!! Jangan menangis karena banyak kenangan.
Pada intinya yang namanya kenangan memang untuk di kenang.

Duhai hati
Jangan pernah lelah untuk Memulai lagi dari tahap awal,
mencari, mengenal dan menyimpan hati.
Bukankah itu kodrat dan proses ulang setelah kehilangan?
Jangan pernah takut mencoba, jangan pernah putus asa akan cerita lalu yang bernama kehilangan.
Percayalah duhai diri, di dunia ini tidak ada yang abadi.
Biarkan senyuman mengiring langkah yang bernama kehilangan, walau tidak dipungkiri airmata juga ikut andil.
Tapi yakinkan hati, ajari hati setelah airmata berharga itu mengalir, bahwa kamu hati akan mendapatkan yang seharusnya di dapatkan hingga tangan Tuhanlah yang memisahkan.

Sulistri Yanti
22 May 2016

Senin, 16 Mei 2016

Cahaya di genggaman

Ternyata benar hidup itu misteri.
Bahkan apa yang terjadi satu menit kedepan kita tidak akan pernah tahu.
Setiap hari sebelum tidur, aku selalu merangkum mimpi2 ku.
Hati dan pikiran ku saling menukar pertanyaan dan jawaban.
Hingga aku tak sadar mata sudah mulai lelah dan terlelap dengan sendiri nya.

Aku sadar, aku seorang gadis yang hidup dengan begitu banyak mimpi dan imajinasi.
Terkadang aku juga sadar dari semua mimpi itu akan ada yang tak mampu aku raih.

Dulu, sejak umur ku 10 tahun aku selalu bermimpi ingin punya sayap, hingga aku bisa terbang mengelilingi dunia ini, dan mencari tahu tempat seperti apakah yang lebih ayah pilih dibanding tempat yang sedang aku pijaki dengan ibu dan adikku.
Umur 10 tahun mungkin belum pantas merasakan benci, diumur seperti itu kita sedang menikmati rasa rasa indah.
Rasa rasa indah itu, menangis karena tidak dibelikan permen, atau menangis merengek minta mainan.
Disaat permen dan mainan itu ada, seketika kita lupa apa yang terjadi sebelum nya.
Tapi tidak dengan aku, disaat umur ku 10 tahun aku sudah mulai mengerti keadaan, sudah tahu seseorang seperti apa ayah ku.
Seorang ayah yang tidak punya hati meninggalkan istri dan kedua anak nya, untuk mencari hidup yang lebih baik.
Setiap malam aku selalu mendengar desah tangis seorang ibu di dalam do'anya, berharap apa yang di jalani nya sekarang, rasa sakit yang dia rasakan tidak akan pernah di rasakan kedua anak nya.
Yaaah begitulah hidupku, hidup tanpa seorang ayah.
Hidup dengan seorang ibu yang super luar biasa.

Aku mulai tumbuh menjadi seorang gadis yang kuat.
Menjadi seorang gadis yang akan melindungi ibu dan adik nya.
Aku ingin membalas perjuangan ibu selama ini, tapi aku sadar sebesar apapun yang kita korbankan dan perjuangkan tidak akan mampu membalas jasa jasa nya.
Yang hanya bisa kita lakukan adalah memberi yang terbaik setiap hari nya.

Aku merubah keinginan ku ingin memiliki sayap untuk mencari tahu tempat seperti apa yang ayah pilih, karna sekarang aku sadar sejak saat dia meninggalkan istri dan kedua anak nya dan belum kembali sampai detik ini dimana aku berusia 21 tahun, itu menandakan bahwa dia sudah benar-benar nyaman dengan keluarga baru nya.
Karena kabar terakhir yang aku dengan ayah sudah menikah lagi dan memiliki seorang anak laki-laki dan perempuan.

Keinginanku memiliki sayap sekarang adalah, aku ingin membawa ibuku terbang jauh hingga rasa sakit selama ini terasa ringan walau sebenarnya rasa sakit itu tidak akan hilang.
Aku ingin menunjukan kepada ibu bahwa dunia begitu indah, bahwa dunia memberi gelar wanita luar biasa untuk nya.
Wanita tangguh, wanita hebat yang membesarkan kedua anak nya tanpa pernah memikirkan untuk mencari pendamping hidup.
Wanita hebat yang hanya memikirkan kebahagiaan anak nya.
Wanita hebat yang luar biasa bahagia dan bangga nya  karena memiliki kedua putri yang cantik.

Sekarang aku sudah dewasa, mimpi-mimpi ku semakin indah.
Aku yakin aku mampu meraih itu semua, aku sudah berjuang dan bertahan sejauh ini.
Lewat ibu aku mengerti hidup itu seperti apa.
Sesakit apapun itu, tetaplah berdiri berjalan walau terkadang banyak batu terjal di perjalanan nya.
Tetaplah tersenyum walau terkadang airmata mengiringi nya.
Tetaplah optimis akan bahagia walau terkadang pahit yang harus kau rasakan.
Jadikanlah luka dan masa lalu sebagai penyemangat untuk perjalanan kita menjadi lebih baik.
Lewat ibu aku belajar, masa lalu sepahit apapun itu dialah pelajaran luar biasa.
Walaupun masa lalu meninggalkan luka, tapi jangan pernah membenci nya.
Ibu selalu bilang, sejahat apapun ayah dia tetaplah ayah bagi aku dan adiku.

Aku tidak pernah menyesal karena memiliki seorang ayah yang lebih memilih kehidupan lain.
Aku tidak pernah menyesal karena keadaan dan kenyataan hidup membawa aku terlalu dini mengerti apa itu benci, luka dan airmata.
Karena semua itu sudah tertutupi dengan kebahagian yang luar biasa, dengan hati putih yang tulus yang bernama "ibu"
Aku tidak pernah malu hidup di keluarga "broken home"
Yang ada aku bangga, karena mampu menjalani itu semua.
Aku akan tetap menjadi kuat, aku bangga bisa miliki ibu dan adik yang luar biasa.
Entah nanti ayah akan kembali dengan kata maaf atau tidak, aku akan tetap menganggap nya ayah.
Ayah yang telah menghadirkan aku di dunia ini, ayah yang membuat aku memiliki ibu super luar biasa, dan memiliki adik yang super lucu.
Jangan khawatir ayah, suatu saat nanti bila engaku ingin kembali aku tidak akan memakimu atas luka yang telah kau beri untuk ibuku.
Ibu dan adiku wanita luar biasa, dan itu sudah cukup untuku.

Perjalanan hidup masih panjang, terlalu dini untuk mengakhiri cerita ini.
Terimakasih ibu dan adik sudah menjadi pelengkap hidup luar biasa, kata kata itu bukan kata kata terkakhir.
Akan ku ukir sebuah cahaya abadi untuk kita.

Sulistri Yanti
20 May 2016



Kamis, 24 September 2015

Masa lalu tidak akan pernah masuk di masa depan

Kata bijak yang sering aku dengar
"Jangan cari yang sempurna, karna tidak ada manusia yang sempurna"

Aku tersadar setelah aku mengulang kata kata itu berpuluh pulahan kali.
Ternyata benar nggak akan ada manusia yang sempurna.
Selama ini aku selalu menuntut pikiran aku supaya dia seseorang yang aku cintai terlihat sempurna.
Dari fisik maupun dari tingkah laku nya.
Aku salah, sangat salah.
Selama bertahun tahun aku melangkah bersama nya, melewati semua masalah yang ada, harusnya itu sudah cukup membuat aku sadar "inilah dia, seseorang yang aku cintai tidak dengan kesempurnaan dia, tapi memiliki rasa yang cukup tulus, yang mungkin buat aku nggak akan ada manusia seperti dia"

Aku selalu mencari apa yang tidak ada di dirinya, aku mencoba cari didiri orang lain.
Memang aku temukan semua itu.
Tapi satu hal yang tidak aku temukan dari diri orang lain adalah rasa nyaman.
Kenapa aku tidak pernah berpikir.
Dia kekasihku sudah begitu jauh mengenal aku.
Kelebihan bahkan keburukan aku yanh tidak dapat terhitung lagi, dia masih mampu bertahan.
Sedangkan aku satu kesalahan yang dia lakukan membuat beribu ribu kebaikan yang dia lakukan seakan sirna.

Aku wanitamu yang egois, aku wanitamu yang sempat tidak setia.
Maafkan aku.
Kini aku sadar bahwa
"Masa lalu tidak akan pernah bisa masuk dimasa depan"

25/09/2015
Sulistri Yanti

Minggu, 20 September 2015

*ini salah satu foto yang wakilin 😀 😘 💋 

Nemuu foto tahun 2009
Rindu masa putih biru 😘 
Kenal cewek ini wildan nama nya.
Kenal pas SD kelas 4, beda sekolah beda kampung.
Cewek ini anak nya guru agama SD aku.
Trus SMP di sekolah yang sama, hari pertama masuk SMP ketemu cewek ini lagi.
Mulai dari situ dekat tau" nya jadi sahabat.
Dari tahun 2008 kemana mana selalu barengan, sampe bentuk gang gitu pas jaman alay" nya 😀✌ Nama nya "X-Ray" baguss yaah nama nya 😘 
Bukan berdua sama wildan aja gang nya, tapi banyak cewek cowok sama banyak nya.
Dan lucu nya dulu dalam satu gang itu saling pacaran, padahal sahabatan 😀 
Trus yg lebih lucu nya lagi, putus sama yang satu jadian sama yang satu nya lagi, dan aku salah satu yang ngalamin 😁 👌 *khilaf*
Waduuuh banyak bangat kenangan nya.
Sifat satu sama lain yang beda, tapi tetap nyaman.
Konflik yang tak ada ujung nya, sampe kita sempat ngk saling tegur sapa, hancur brantakan semuanya.
Tapi utuh lagi.
Nangsi klo ingat itu semua 😩 
Pas lulus itu suasana sekolah pecah karna tangisan.
Aku lanjut SMK dan aku satu" nya yang pergi sendiri.
Anggota yang lain lanjut SMA dan kebanyakan dari mereka 1 sekolahan, cuma aku yang terbuang 😁 
Walaupun berpisah beda sekolah, tetap sempatkan waktu buat ketemu walaupun 1 tahun 1 kali.
Dan sempe skarang pun perpisahan itu berlanjut, mereka semua lanjut kuliah di kota orang dan aku masih tetap ditempat yang sama.
Ketemu klo mereka libur semester aja, aneh nya walau jarang ketemu tetap nyambung lucu gila"an masih sama seperti 8 tahun yang lalu.
Dan aku bangga bangat sekrang perubahan mereka luar biasa.
Dari yang nakaaaaal bangat skarang udah rajin bangat sholat nya.
Cuma satu orang aja sih yg ngk berubah, masih tetap gendut 😘 
Intinya bangga miliki kalian semua.
Bangga punya kenangan yang luar biasa dari kalian semua.

Terinspirasi dari #rahasiagadischallenge 
Note :
Sahabat itu bukan di nilai dari intensif nya kita ketemu, tapi pas ketemu lagi rasa nyaman itu tetap ada, gila"an itu tetap ada, rasa peduli dan sayang itu masih terasa.

Kamis, 17 September 2015

Tidak semua Keinginan menjadi Nyata

Tidak semua keinginan sesuai kenyataan.
Banyak pelajaran hidup yang sudah aku rasakan sekrang,
Tapi itu semua belum cukup.
Belum cukup membentuk menjadi manusia yang lebih mengerti,
Yang berlapang dada menerima apapun yang sudah menjadi takdir.
Mengeluh, mengoceh, menyalahkan diri sendiri,
orang lain bahhkan menyalahkan takdir, itu sudah menjadi sifat nya manusia,
begitu hal nya dengan aku.
Aku bukan sosok wanita yang kuat, yang tegar,
aku sering menangis menyalahkan keadaan dan sebagainya.
Contoh kecil nya terjadi dikehidupan aku sendiri saat sekarang.
Aku kuliah dan aku juga kerja, kalau disuruh memilih antara pekerjaan atau kuliah?
Itu pilihan yang sulis buat aku, karna aku butuh dua dua nya.

Inilah hidup, tidak ada yang berjalan sesuai keinginan kita.
Begitupun Kamu dengan aku.
Kamu yang aku perjuangkan yang aku pertahankan dengan seluruh keyakinan dan kekuatanku.
Tidak melihat apa lagi mendengar suara sumbang di luar sana.
Aku paham betul hubungan memang dasar nya tidak ada yang berjalan mulus.
Selalu ada kerikil tajam yang membuat kita goyah.
Empat tahun terkahir kita selalu bersama, melewati semua nya.
Dibalik masalah yang hampir membuat kita putus asa.
Kita tidak pernah merasa tidak cocok, apapun masalah itu kita hanya menganggap sebuah ujian buat kita.
Tapi ternyata semua berbalik, semua yang tidak pernah aku bayangkan sebelum nya terjadi.
Setelah kita menjalani hubungan ini bertahun tahun.
Mengenal satu sama lain, kekurangan dan kelebihan kita.
Konyol dan gila nya kita.
Kelemahan dan kekuatan kita, dan pada akhirnya kamu lelah.
Pada akhir nya kamu merasa kita sudah tidak cocok.
Dan kamu yang tau kelemahan aku adalah kehilangan kamu, dengan seketika aku runtuh.
Hilang arah, tidak ada tempat untuk berpegangan.
Karna kamu tau kekuatan aku adanya kamu dihidup aku.

Siapa yang harus aku salahkan?
Waktu, keadaan, aku, kamu atau justru KITA?
Entahlah.
Kecocokan yang kamu rasa mungkin sudah hilang.
Apakah ketidak cocokan itu kenyamanan dan rasa sayang itupun hilang?
Haaah pertanyaan bodoh, kecocokan tidak dirasakan lagi otomatis kenyaman dan rasa sayang pun akan sirna.
Aku mungkin belum ikhlas kehilangan kamu.
Aku belum siap terbiasa tanpa kamu walau kenyataan nya kita memang tidak sesering mungkin menghabiskan waktu berdua.

Ketidak cocokan.
Apa karna aku yang menuntut waktu mu?
Selama bertahun tahun aku tidak menuntut waktumu 24 jam sayang.
Aku tidak pernah menuntut waktumu untuk setengah hari saja menghabiskan waktu denganku.
Malam itu aku hanya butuh waktu mu beberapa menit.
Aku hanya butuh itu.
Apa aku terlalu serakah? Apa aku terlalu egois meminta waktu dari seorang kekasih beberapa menit?
Bukankah itu hal yang wajar?
Coba buka mata mu, disamping kamu ada aku yang membutuhkan kamu.
Aku mengerti sangat mengerti dengan kesibukan kamu.
Tapi apa aku tidak pantas mendapat waktu mu?
Coba lihat sayang, orang orang disekitar kita yang menjalin hubungan.
Mereka masih bisa meluangkan waktu untuk pasangan nya.
Mereka yang LDR saja masih bisa saling memberi kabar.
Tapi kita? Kita berada dalam lingkungan yang sangat dekat.
Rumah aku dan rumah kamu tidak sampe 10 menit perjalanannya.
Tapi kenapa kita terlihat begitu jauh.

Kamu bukan lagi pria yang aku kenal dulu.
Seseorang yang seusaha mungkin menyiapkan waktu nya.
Seseorang yang sebisa mungkin berada didekat aku disaat aku dalam kesedihan.
Aku sengaja sayang tidak menuntut untuk dibeli hadiah ini itu.
Karna yang paling aku butuhkan hanyalah waktu mu.

Kehilangan kamu, aku akan belajar menerimanya.

18/09/2015
Sulistri Yanti